Melampaui Batas Akademik: Kisah Roebing G. Budhi, Kolektor 127 Gelar
Perisaihukum.biz.id – Bandung, Di era ketika selembar ijazah sering kali dipamerkan di media sosial demi pengakuan status, Roebing Gunawan Budhi justru memilih jalan sunyi yang berkebalikan. Jika pria asal Kabupaten Bandung ini memutuskan untuk menuliskan seluruh rentetan gelar akademik dan sertifikasi profesinya di kartu nama, lembaran kertas itu dipastikan tidak akan cukup.
Bayangkan saja sebuah nama yang diikuti oleh 127 kombinasi huruf: mulai dari S.H., S.Sos., S.Ikom., M.A., M.M., hingga ratusan singkatan sertifikasi profesi seperti CPHR®, CPS®, dan CPM®. Namun, dalam kesehariannya, pria bersahaja ini praktis tidak pernah memasang deretan “embel-embel” tersebut di belakang namanya. Baginya, esensi ilmu bukan terletak pada kartu nama atau papan nama di meja kerja, melainkan pada dampak nyata yang dirasakan oleh lingkungan sekitar.
Di saat banyak orang memilih untuk menikmati masa tenang pasca-pensiun dengan bersantai, Roebing justru membuktikan bahwa hasrat mendalami ilmu pengetahuan adalah bahan bakar yang tidak pernah padam.
Empat Dasawarsa Menembus Batas Long-Life Learning
Pencapaian fantastis ini bukanlah hasil sulap semalam. Ini adalah buah dari ketekunan, kedisiplinan, dan konsistensi yang dirawat selama empat dasawarsa. Sebelum mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan dan literasi, Roebing adalah seorang profesional tulen yang mengabdikan 33 tahun kariernya di industri tekstil.
“Total untuk gelar program S1, S2, dan sertifikasi profesi yang saya tempuh selama empat dasawarsa berjumlah 127,” ungkap Roebing dengan nada bicara yang tetap rendah hati.
Portofolio akademiknya mencakup 8 gelar Sarjana (S1) dari berbagai disiplin ilmu yang saling melengkapi—mulai dari hukum, sosiologi, komunikasi, administrasi publik, ilmu politik, hingga ekonomi dan manajemen—serta 2 gelar Magister (S2).
Ketekunan luar biasa ini membawa Roebing memecahkan 7 Rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia). Saat ini, ia tercatat sebagai pribadi dengan gelar sertifikasi profesi terbanyak di Indonesia, sekaligus berulang kali dinobatkan sebagai alumnus paling produktif oleh Universitas Terbuka (UT).
Dari Pabrik Tekstil hingga Pusdiklatpassus Kopassus
Bagi Roebing, pendidikan tidak pernah terbatas pada dinding kaku ruang kuliah. Ia adalah manifestasi hidup dari seorang praktisi sejati yang mampu mengawinkan teori akademik dengan realitas lapangan.
Ketika masih aktif bekerja di industri manufaktur, kapasitas intelektual dan manajerialnya yang mumpuni membuat Roebing dipercaya menjadi Guru Militer (Gumil) di Pusdiklatpassus-Kopassus, Batujajar. Sebuah ruang di mana kedisiplinan tingkat tinggi berpadu dengan transfer ilmu taktik dan strategi. Selain itu, ia juga kerap diundang sebagai dosen tamu di sejumlah universitas terkemuka untuk membagikan pengalamannya.
Meski kini telah memegang 117 sertifikasi profesi—dengan fokus mendalam pada bidang Human Resource (HR) dan Public Speaking—suami dari Mary Iskandar ini tidak lantas berhenti memproduksi karya.

Senjata Ilmu untuk Berbagi Dampak
Hari-hari Roebing saat ini tetap diisi dengan produktivitas yang tinggi. Penulis buku best seller “Revolusi Karyawan” terbitan Elex Media Komputindo (Gramedia Group) ini aktif bergerak sebagai kolumnis bidang HR dan hukum di berbagai media online terkemuka di Jawa Barat.
Bagi Roebing, akumulasi ilmu pengetahuan yang ia miliki adalah “senjata” utama untuk terus memberikan kontribusi positif bagi dunia profesional dan pendidikan di tanah air. Ratusan sertifikasi dari manajemen bakat, konseling, hingga neuro-linguistic programming (NLP) yang ia miliki, seluruhnya diabdikan untuk membantu mengembangkan potensi manusia di sekitarnya.
Kisah Roebing Gunawan Budhi memberikan sebuah refleksi mendalam di tengah modernitas yang serba instan: bahwa usia hanyalah sebuah angka, dan belajar adalah sebuah perjalanan panjang tanpa pernah mengenal garis finis (long-life learning). Keberadaannya menjadi pengingat elegan, bahwa sejauh apa pun kita melangkah melampaui batas akademik, kerendahan hati untuk tetap berbagi adalah pencapaian tertinggi yang sesungguhnya.
Deretan Kompetensi Roebing G. Budhi:
S.H., S.SOS., S.SOS., S.IKOM., S.AP., S.IP., S.E.,S.E., M.A.,M.M.,CPHR®., CPS®., CPM®., CHC., CSP., CPM®., CNHRP., C.IW., CNPSP., CHMP., CHLP., CHSP., CNSCP., C.STMI., CPI., CH., CH.t., C.Hnm., CHRBP., CPS., C.STM., CPR., CLMA., C.MMH., C.CW., CHCM., CHBA., CBPA., CHEFT., CNPHRP., CSRP., CFHA., CNCP., CTCP., CETP., C.MNNLP., CBOA., CHCP., C.GL., CPMP., CODP., CPTNA., CPGA., CSEP., CPHCEP., CSEM., CHRO., CPMP., CODP., CNPHRP., CSOPA., CLMA., CSRP., CPRW., CETP., CHA., CFHA., CSSA., CPHRM., CBHCM., BHRBP., BHRM., CHCBP., CPSP., C.PHT., CPTNA., CBPA., CPTM., MBNLP., CBNLP., CSEP., CPWA., CNPSP., CPGA., CPMP., CPHCEP., CHCMP., HCMP., AHCM., CPHA., APHA., CSEM., CNCP., CTCP., CHCP., CSNSP., CSOPA., CBOA., CLMA., CIRP., CSSIT., CCBP.,CSSP., CPHRM., CLSP., CEFT.,CSRP., CLMA®, CPRW., CCMA., CNPHRP., CPTNA., CCBP., AHRP., CPES., CSES., CCPSS., CHRBP., CHTc, CNLPTc, CPP.,CPSM., CRMA., CPC., CODP., CTMP®. C.HP.
(Sebagai bukti otentik dedikasi, berikut adalah 127 gelar akademik dan sertifikasi profesi yang berhasil diraih selama 40 tahun perjalanan belajarnya)
